Pengaruh Implementasi Permenkes No. 74 Tahun 2016 Terhadap Pengelolaan Sediaan Kefarmasian dan BHMP di Puskesmas Kabupaten Karawang
Pengelolaan sediaaan kefarmasian dan bahan medis habis pakai yang dilaksanakan oleh apoteker dan tenaga kefarmasian harus dilakukan sesuai dengan prosedur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengelolaan obat di Puskesmas Karawang telah sesuai dengan PMK No. 74 Tahun 2016 dan apakah adanya pengaruh keberadaan apoteker terhadap angka expired date di puskesmas. Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui teknik indepth interview (wawancara mendalam). Dengan membandingkan jumlah puskesmas yang memilik apoteker dengan puskesmas yang tidak memiliki apoteker sejumlah yang sama, yaitu masing-masing 7. Berdasarkan hasil penelitian, pengelolaan obat dan BMHP 97% sudah disesuai dengan PMK No.74 Tahun 2016. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara puskesmas yang meiliki apoteker dengan yang tidak memiliki apoteker, dengan Nilai sig (2-tailed) sebesar 0,289, namun puskesmas yang memiliki apoteker memiliki angka expired date yang lebih kecil daripada puskesmas yang tidak memiliki apoteker.
Kata kunci : pengelolaan, apoteker, expired date, puskesmas, permenkes.
Detail Information
Bagian |
Informasi |
Pernyataan Tanggungjawab |
|
Pengarang |
Husniah, Nabilah Hasna - Personal Name Frianto, Dedy - Personal Name Amal, Surya - Personal Name
|
Edisi |
Print |
No. Panggil |
TA/FM 200019 |
Subyek |
Farmasi Kesehatan
|
Klasifikasi |
Farmasi |
Judul Seri |
|
GMD |
Text |
Bahasa |
Indonesia |
Penerbit |
Fakultas Farmasi |
Tahun Terbit |
2020 |
Tempat Terbit |
karawang |
Deskripsi Fisik |
|
Info Detil Spesifik |
Farmasi |
Citation
. (2020).Pengaruh Implementasi Permenkes No. 74 Tahun 2016 Terhadap Pengelolaan Sediaan Kefarmasian dan BHMP di Puskesmas Kabupaten Karawang.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd