Kacip Fatimah atau Labisia pumila diyakini memiliki kandungan antioksidan yang memainkan peran penting dalam melindungi terhadap beberapa penyakit dan menunda proses penuaan. Namun, belum ada penelitian tentang kacip fatimah dalam formulasi kosmetik dan kemanjurannya untuk kulit. Salah satu bentuk sediaan kosmetik adalah body lotion. Alat: viscometer, neraca analitik, hot plate, gelas ukur, beaker glass, pipet tetes, pH meter, object glass, kaca bundar berskala, alat uji daya lekat, kaca preparat, Spektrofotometri UV-Visible, dan Kuvet. Bahan: ekstrak etanol kacip fatimah (Labisia pumila), asam stearat, gliseril monostearat, gliserin, trietanolamin, metil paraben, propil paraben, oleum rosae, Aquadest, DPPH p.a, dan vitamin C. Sediaan body lotion dibuat dalam bentuk minyak dalam air (m/a) dan dibuat dalam 3 formula dengan konsentrasi ekstrak 0,5%, 1%, dan 2%. Uji fisik body lotion ekstrak Labisia pumila yaitu uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat, hasil pengujian di analisis menggunakan SPSS yaitu uji Kruskal-Wallis dan Mann-Withney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol Labisia pumila memiliki aktivitas antioksidan kuat sebesar 87,752 ppm, dan dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak etanol Labisia pumila 0,5%, 1%, 2% mempengaruhi sifat fisik body lotion. Semakin besar konsentrasi ekstrak, viskositas semakin kecil yaitu FI = 2863 cPs, FII = 1974 cPs, FIII = 1514 cPs, menurukan pH FI = 6,72; FII = 6,37; FIII = 6,23, menaikan daya sebar dengan FI = 7 cm, FII = 7,93 cm, FIII = 8,03 cm, dan menurunkan daya lekat dengan FI = 1,33 detik, FII = 1,3 detik, dan FIII = 1,01 detik.
Kata Kunci : Labisia pumila, Body lotion, Aktivitas antioksidan, DPPH, Evaluasi, Analisis Statistik.