Pengaruh Variasi Gelling Agent Carbomer 934 Ekstrak Etanol Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix DC.) Terhadap Sifat Fisik Gel Dan Aktivitas Antibakteri Staphylococcus aureus
Ekstrak etanolik daun jeruk purut (Citrus hystrix D.C) mempunyai banyak zat khasiat dimana salah satu zat aktif tersebut berkhasiat sebagai antibakteri. Penggunaan ekstrak etanolik dalam bentuk kental sangat tidak efisien dalam pemakaiannya, sehingga perlu dibuat dalam bentuk sediaan topical, misalnya gel. Penggunaan Karbomer 934 sebagai gelling agent dapat meningkatkan konsistensi basis yang akan berpengaruh terhadap pelepasan zat aktif di dalam gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kadar basis Karbomer 934 gel ekstrak etanolik daun jeruk purut terhadap sifat fisik gel dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Daun jeruk purut diekstraksi dengan etanol 96% menggunakan metode maserasi. Gel dibuat dalam 4 formula dengan konsentrasi basis Karbomer 934 yaitu 0,5 %, 1%, 1,5%, dan 2%. Gel diuji sifat fisik (organolepstis, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat, daya sebar, dan uji hedonik) dan daya antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan untuk pegukuran zona hambat antibakteri Staphylococcus aureus adalah metode difusi padat yang dilakukan dengan cara membuat sumuran pada media agar (media Nutrient Agar), Pengukuran diameter zona hambat antibakteri dilakukan setelah diinkubasi pada suhu 37 ÂșC selama 24 jam. Data dari uji sifat fisik dan pengukuran diameter zona hambat anti bakteri dianalisis dengan statistika Uji Kruskall-Wallis dan Mann-Withney Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi Karbomer 0,5 %, 1 %, 1,5 % dan 2% sebagai gelling agent gel ekstrak etanol daun jeruk purut berpengaruh terhadap sifat fisik gel dan aktifitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Semakin besar konsentrasi Karbomer 934, viskositas semakin besar dengan FI= 3079 cP.s, FII= 8135 cP.s, FIII= 13136 cP.s, FIV= 14307 cP.s, menurunkan daya sebar dengan FI= 5.14 cm, FII= 4.04 cm, FIII= 3.51 cm, FIV= 3.35 cm, meningkatakan daya lekat dengan FI= 0.79 cm, FII= 0.87 cm, FIII= 1.05 cm, FIV= 1.16 cm dan menurunkan efektivitas antibakteri dengan FI= 6.4 cm, FII= 5.1, FIII= 5.8 cm dan FIV= 4.9 cm.
Kata Kunci : gel, gelling agent, Karbomer 934, Citrus hystrix D.C , Staphylococcus aureus.
Detail Information
Bagian |
Informasi |
Pernyataan Tanggungjawab |
|
Pengarang |
Hutami, Siti Hufi - Personal Name Kusuma, Anggun Hari - Personal Name Mursal, Iin Lidia Putama - Personal Name
|
Edisi |
Print |
No. Panggil |
TA/FM 190020 |
Subyek |
Farmasi
|
Klasifikasi |
Farmasi |
Judul Seri |
|
GMD |
Text |
Bahasa |
Indonesia |
Penerbit |
Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer |
Tahun Terbit |
2019 |
Tempat Terbit |
karawang |
Deskripsi Fisik |
|
Info Detil Spesifik |
Farmasi |
Citation
. (2019).Pengaruh Variasi Gelling Agent Carbomer 934 Ekstrak Etanol Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix DC.) Terhadap Sifat Fisik Gel Dan Aktivitas Antibakteri Staphylococcus aureus.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd