Analisis BEP (Break Even Point) Pembelian Mesin Pada Usaha Penggilingan Padi Studi Kasus CV. Jaya SUbur Makmur
CV. Jaya Subur Makmur merupakan salah satu perusahaan penggilingan padi yang ada di Kota Karawang. Dengan adanya pembelian mesin baru, perusahaan ingin mengetahui pendapatan dan BEP dari mesin baru tersebut. Analisis Break Even Point (BEP) digunakan manajemen untuk mengetahui berapa tingkat penjualan yang harus dicapai agar perusahaan berada pada titik impas. Nilai BEP lebih kecil dari harga jual maka perusahaan dalam posisi yang menguntungkan dan tidak berada pada titik impas. Total penerimaan yang diperoleh dari usaha penggilingan padi di CV. Jaya Subur Makmur yaitu sebesar Rp 550.000.000 dengan total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 526.894.844. Sehingga total pendapatan yang diperoleh dari usaha penggilingan padi di CV. Jaya Subur Makmur setelah dipotong dengan 20% dari pendapatan yaitu sebesar Rp 18.484.125 dalam waktu satu bulan. Dengan R/C > 1 yaitu dimana perusahaan bisa di katakan layak untuk di kembangkan. BEP usaha penggilingan padi pada CV. Jaya Subur Makmur diperoleh BEP unit sebesar 106.015 kg dan didapatkan BEP harga sebesar Rp 9.580. Selain itu juga diperoleh nilai dimana lama perusahaan untuk bisa balik modal yaitu selama 11 bulan.
Kata Kunci: Analisis Pendapatan, Break Even Point, Penggilingan Padi.
Detail Information
Bagian |
Informasi |
Pernyataan Tanggungjawab |
|
Pengarang |
Nur Hidayat - Personal Name Fathurohman - Personal Name Sulastri, Fitri - Personal Name
|
Edisi |
Print |
No. Panggil |
TA/TI 220079 |
Subyek |
Industri
|
Klasifikasi |
Teknik Industri |
Judul Seri |
|
GMD |
Text |
Bahasa |
Indonesia |
Penerbit |
Fakultas Teknik |
Tahun Terbit |
2022 |
Tempat Terbit |
karawang |
Deskripsi Fisik |
|
Info Detil Spesifik |
Teknik Industri |
Citation
. (2022).Analisis BEP (Break Even Point) Pembelian Mesin Pada Usaha Penggilingan Padi Studi Kasus CV. Jaya SUbur Makmur.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd