Analisis Miskonsepsi Siswa Pada Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Siswa Kelas V SDN Tunggakjati VII Tahun Pelajaran 2020/2021)
Miskonsepsi merupakan kesalahpahaman siswa dalam memahami konsep pembelajaran. Miskonsepsi dalam pembelajaran ini dapat dipengaruhi dari metode mengajar guru, bahan ajar yang digunakan dan kemampuan siswa itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase miskonsepsi beserta faktor yang mempengaruhi terjadinya miskonsepsi pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metodologi penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, tes soal subjektif, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah 15 orang siswa kelas V dan guru kelas V SDN Tunggakjati VII yang merupakan sumber data untuk mengetahui faktor terjadinya miskonsepsi pada siswa. Teknik analisis data untuk menghitung persentase dilakukan dengan perhitungan statistik deskriptif . Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 15 orang siswa, 6 orang siswa mengalami miskonsepsi pada pembelajaran IPA yaitu pada materi siklus air dengan jumlah persentase miskonsepsi sebesar 83,3% - 100,0%, jumlah ini termasuk ke dalam kategori miskonsepsi tingkat tinggi. Hal yang menyebabkan terjadinya miskonsepsi pada siswa kelas V SDN Tunggakjati VII adalah faktor internal siswa yang meliputi, faktor intuisi siswa, kemampuan siswa, dan minat belajar siswa. Untuk faktor eksternal meliputi guru dan metode pembelajaran.
Kata kunci : Miskonsepsi, Faktor Terjadinya Miskonsepsi, Pembelajaran IPA
Detail Information
Citation
. (2021).Analisis Miskonsepsi Siswa Pada Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Siswa Kelas V SDN Tunggakjati VII Tahun Pelajaran 2020/2021).(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd