Analisis Kelayakan Pengembangan Usaha Dalam Penambahan Outlet Dengan Metode NPV, PBP, IRR, PI, BEP (Studi Kasus di UMKM Mitra PROCIL Karawang)
Penelitian dilakukan di UMKM Procil Kemitraan Karawang yang merupakan usaha mikro di bidang pangan balita dengan produk utamanya bubur organik dan fun pudding. Tahun 2020 adalah awal tantangan bagi UKM (Usaha Kecil Menengah), karena terjadinya pandemi Covid-19 di Indonesia. Pengaruh pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi ekonomi. Dibuktikan dengan survei “Dampak Pandemi Covid-19 terhadap UMKM” oleh Perusahaan Saas Paper.id bekerjasama dengan SMESCO Kementerian Koperasi dan UKM serta OK OCE dengan data survei 29 September 2020 – 13 Oktober 2020. Data temuan yang terdapat sebanyak 78% responden mengalami penurunan omzet, terdapat kategori usaha yang mengalami dampak paling besar, salah satunya adalah Sektor makanan (43,09%). Dampak pandemi Covid-19 berpengaruh pada UMKM Procil Bubur Organik cabang Mitra Karawang dengan penurunan penjualan di pertengahan tahun 2020 yaitu bulan Juni – Desember 2020. Di tahun 2021 ini tepat masa New Normal menjadi langkah baik bagi Mitra Procil Karawang Bapak Kusnan mengambil langkah maju untuk melakukan pengembangan usaha dengan penambahan outlet atau pembukaan cabang baru dengan tujuan meningkatkan penjualan serta pemasaran dalam skala yang lebih luas. Tujuan penelitian ini, menganalisis kelayakan pengembangan usaha yang akan menjadi rekomendasi bagi Mitra Procil Karawang Bapak Kusnan. Hasil penelitian berdasarkan analisis finansial kelayakan pengembangan usaha UMKM Procil Mitra Karawang pada outlet baru adalah layak untuk dijalankan karena Net Present Value (NPV) bernilai positif sebesar Rp.121.091.731,- dengan nilai Internal Rate of Return (IRR) sebesar 76% lebih besar dari SOCC 12%, nilai Payback Periode (PbP) selama 1 tahun 7 bulan, nilai Probability Index (PI) sebesar 3,7 dan nilai Break Even Point (BEP Unit) dengan titik impas penjualan sejumlah 1.210 porsi bubur organik dan 316 cup puding. Nilai Break Even Point (BEP Rupiah) dengan titik impas penjualan bubur organik sebesar Rp.4.230.313,- dan titik impas pada penjualan fun pudding sebesar Rp.790.316,-.
Kata kunci: ekonomi, finansial, kelayakan pengembangan usaha, pandemi covid-19, new normal, UMKM.
Detail Information
Bagian |
Informasi |
Pernyataan Tanggungjawab |
|
Pengarang |
Eriandi Kusnandi - Personal Name Nindiani, Aina - Personal Name Waluya, Aris Insan - Personal Name
|
Edisi |
Print |
No. Panggil |
TA/TI 210005 |
Subyek |
Industri
|
Klasifikasi |
Teknik Industri |
Judul Seri |
|
GMD |
Text |
Bahasa |
Indonesia |
Penerbit |
Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer |
Tahun Terbit |
2021 |
Tempat Terbit |
karawang |
Deskripsi Fisik |
|
Info Detil Spesifik |
Teknik Industri |
Citation
. (2021).Analisis Kelayakan Pengembangan Usaha Dalam Penambahan Outlet Dengan Metode NPV, PBP, IRR, PI, BEP (Studi Kasus di UMKM Mitra PROCIL Karawang).(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd